Friday, October 10, 2014

-tertagih-

Aku butuh tidur
Namun tidur yang bagaimana
Sedang tentangmu membungkam kantukku
Selagi tubuh menagih rehatku

Kusilangkan melintang badanku
Barangkali bisa mengecoh pikiranku
Tak juga rupanya
Aku tetap berlumur rindu padamu

Pandanganku nanar
Lalu kututup kelopak mataku
Dan ada kamu
Di sini
Di sana
Di situ
Dimana-mana

Perutku serta-merta kosong
Menderu bunyi lapar
Aku kelaparan akan kamu
Bibirku menagih ciumanmu
Punggungku menagih pelukanmu
Mataku menagih wujudmu
Hidungku menagih lehermu
Jemariku menagih kulitmu

Aku benar ingin menyentuhmu

Tanjungpinang, 5 Oktober 2014

No comments:

Post a Comment