Aku butuh tidur
Namun tidur yang bagaimana
Sedang tentangmu membungkam kantukku
Selagi tubuh menagih rehatku
Kusilangkan melintang badanku
Barangkali bisa mengecoh pikiranku
Tak juga rupanya
Aku tetap berlumur rindu padamu
Pandanganku nanar
Lalu kututup kelopak mataku
Dan ada kamu
Di sini
Di sana
Di situ
Dimana-mana
Perutku serta-merta kosong
Menderu bunyi lapar
Aku kelaparan akan kamu
Bibirku menagih ciumanmu
Punggungku menagih pelukanmu
Mataku menagih wujudmu
Hidungku menagih lehermu
Jemariku menagih kulitmu
Aku benar ingin menyentuhmu
Tanjungpinang, 5 Oktober 2014
No comments:
Post a Comment