Hujannya awet
Tapi tak seperti cintaku
Karena hujan akan berhenti
Tidak cintaku
Jakarta, 24 November 2014
Hujannya awet
Tapi tak seperti cintaku
Karena hujan akan berhenti
Tidak cintaku
Jakarta, 24 November 2014
Melapangkan hati bisa demikian sesaknya
Bukan karena sesak maka aku lapangkan
Karena aku lapangkanlah maka ia sesak
Terlalu menggumpal harapan
Dan harapan
Dan harapan
Dan harapan
Dan harapan
Kusut
Entah untuk apa airmataku terurai malam ini
Barangkali karena aku takut terlilit harapan
Tapi tetap ingin berharap
Ahh.. aku terlalu merindukanmu
Jakarta, 13 Oktober 2014
Senja keenam sejak terakhir kita bertemu
Masih jelas cemburunya jemariku
pada gerimis yang lebih dahulu membelaimu
Belum bisakah aku mendahului mentari mencium pipimu?
Menjadi yang pertama bagi pagimu
Menjadi yang terakhir bagi malammu
Berapa senja lagi aku harus menanti...
Depok, 11 Oktober 2014
Embun doa aku teteskan
Membentuk selaput
Menutup setangkup rasaku
Padamu kekasihku
Agar ia tetap menjadi milikmu
Utuh
Karena potongan detak jantungku
Rapat tersimpan dalam katupmu
Dan aku tak hendak merebutnya
Biar ia berpendar disana
Aku titipkan padamu
Selamanya
Batam - Cengkareng, 5 Oktober 2014
Aku butuh tidur
Namun tidur yang bagaimana
Sedang tentangmu membungkam kantukku
Selagi tubuh menagih rehatku
Kusilangkan melintang badanku
Barangkali bisa mengecoh pikiranku
Tak juga rupanya
Aku tetap berlumur rindu padamu
Pandanganku nanar
Lalu kututup kelopak mataku
Dan ada kamu
Di sini
Di sana
Di situ
Dimana-mana
Perutku serta-merta kosong
Menderu bunyi lapar
Aku kelaparan akan kamu
Bibirku menagih ciumanmu
Punggungku menagih pelukanmu
Mataku menagih wujudmu
Hidungku menagih lehermu
Jemariku menagih kulitmu
Aku benar ingin menyentuhmu
Tanjungpinang, 5 Oktober 2014