Monday, October 13, 2014

-terbelit harapan-

Melapangkan hati bisa demikian sesaknya
Bukan karena sesak maka aku lapangkan
Karena aku lapangkanlah maka ia sesak

Terlalu menggumpal harapan
Dan harapan
Dan harapan
Dan harapan
Dan harapan
Kusut

Entah untuk apa airmataku terurai malam ini
Barangkali karena aku takut terlilit harapan
Tapi tetap ingin berharap

Ahh.. aku terlalu merindukanmu

Jakarta, 13 Oktober 2014

Saturday, October 11, 2014

-menghitung senja-

Senja keenam sejak terakhir kita bertemu
Masih jelas cemburunya jemariku
pada gerimis yang lebih dahulu membelaimu

Belum bisakah aku mendahului mentari mencium pipimu?
Menjadi yang pertama bagi pagimu
Menjadi yang terakhir bagi malammu

Berapa senja lagi aku harus menanti...

Depok, 11 Oktober 2014

Friday, October 10, 2014

-serat doa-

Embun doa aku teteskan
Membentuk selaput
Menutup setangkup rasaku
Padamu kekasihku
Agar ia tetap menjadi milikmu

Utuh

Karena potongan detak jantungku
Rapat tersimpan dalam katupmu
Dan aku tak hendak merebutnya
Biar ia berpendar disana
Aku titipkan padamu

Selamanya

Batam - Cengkareng, 5 Oktober 2014

-tertagih-

Aku butuh tidur
Namun tidur yang bagaimana
Sedang tentangmu membungkam kantukku
Selagi tubuh menagih rehatku

Kusilangkan melintang badanku
Barangkali bisa mengecoh pikiranku
Tak juga rupanya
Aku tetap berlumur rindu padamu

Pandanganku nanar
Lalu kututup kelopak mataku
Dan ada kamu
Di sini
Di sana
Di situ
Dimana-mana

Perutku serta-merta kosong
Menderu bunyi lapar
Aku kelaparan akan kamu
Bibirku menagih ciumanmu
Punggungku menagih pelukanmu
Mataku menagih wujudmu
Hidungku menagih lehermu
Jemariku menagih kulitmu

Aku benar ingin menyentuhmu

Tanjungpinang, 5 Oktober 2014

Prologue

I start it with Bismillah,
may Allah blesses our Love always,
Muhammad Kurniawan ♡